Pengertian konsep waktu menurut para ahli

Sabtu, 14 April 2012 |


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Apa konsep itu? Tampaknya sulit mendapatkan definisi konsep yang dipandang akurat. Hal-hal yang banyak dikemukakan orang berkenan dengan definisi konsep adalah sesuatu yang diterima dalam pikiran atau ide yang umum dan abstrak. Kesulitan pencarian definisi konsep dikarenakan oleh proses terjadinya konsep itu sendiri. Suatu konsep muncul dari pengalaman interaksi individu    lingkungannya, dan pengalaman tersebut tidak ada yang persis sama. Artinya semua orang dengan setiap stimulusnya mengembangkan konsep-konsep tertentu. Meskin pendefinisian konsep dianggap sulit, tetapi ada juga seorang ahli menyatakan bahwa konsep ialah sesuatu abstrak yang mewakili suatu kelas obyek-obyek, kejadian-kejadian,kegiatan-kegiatan, atau hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama (Croser,1984: 22). Flavell (1970: 9) mengemukakan tujuan dimensi konsep yaitu (a) atribut, (b)  struktur, (c) keabstrakan, (d) keinklusifan, (e) generalitas/keumuman. (f) ketepatan, dan (g) kekuatan atau power.
Menurut Dahar (1996: 79) konsep-konsep itu menyediakan skema-skema terorganisasi untuk mengasimilasikan stimulus-stimulus baru dan untuk menentukan hubungan didalam dan diantara kategori-kategori. Jika ditelusuri secara mendalam konsep-konsep yang ada didalam struktur kognitif individu merupakan hasil pengalaman yang ia peroleh
Jika demikian, sebagai konsep-konsep yang dimiliki individu merupakan hasil dari proses belajar. Sebagai hasil belajar konsep-konsep tersebut akan menjadi fondasi berpikir individu. Konsep-konsep itulah yang dijadikan dasar oleh seseorang dalam memecahkan masalah, mengetahui aturan-aturan yang relevan dan hal-hal lain yang ada keterlidatannya dengan apa yang harus dilakukan individu.
Dapat disimpulkan bahwa konsep merupakan suatu abstark mental dari pengalaman-pengalaman responsive terhadap stimulus-stimulus.
Untuk membantu anak didik berhasil dalam hal konsep kegiatatan pembelajaran, guru hendaknya melaksanakan hal-hal berikut : a) menyajikan konsep yang akan dipelajari baik secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tentang konsep ini akan masuk ke dalan sistim ingatan. Anak dinyatakan berhasil dalam belajar konsep tersebut apabila anak mampu mengungkapkan kembali konsep tersebut dari sistim ingatan. b) menyajikan contoh dan non contoh ketika membahas konsep yang harus dikuasai anak. Dengan adanya contoh dan non contoh ini, penguasaan anak terhadap konsep yang dipelajari akan lebih cepat dibandingkan apabila guru tidak memberikan contoh dan non contoh, c) apabila anak telah menguasai konsep yang dipelajari, guru perlu memberikan kepada anak. Pengetahuan ini diberikan segera setelah anak menunjukkan kemampuannya. Kesegaran pemberian penguatan ini berpengaruh terhadap kecepatan anak menguasai konsep yang dipelajari, dengan adanya penguatan yang segera, anak tidak perlu terlalu lama melakukan kegiatan untuk menguasai konsep yang dipelajari. Waktu adalah seluruh rangkaian saat sesuatu keadaan berada atau berlangsung,jadi konsep waktu adalah pengenalan batasan terhadap sesluruh saat sesuatu keadaan berada atu berlangsung misalnya: pagi, siang dan malam.

0 komentar:

Poskan Komentar