Definisi Pengukuran

Sabtu, 14 April 2012 |


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Pustekkom Depdiknas, (2011: 01), mengemukakan pengertian:
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang di ukur dengan alat ukur misalnya:
1.      Mengukur panjang meja dengan jengkal. Artinya membandingkan panjang dengan panjang jengkal.
2.      Mengukur panjang papan tulis dengan mistar. Artinya membandingkan panjang papan tulis dengan panjang mistar.
3.    Mengukur massa beras dengan kilogram. Artinya membandingkan massa beras dengan massa satu kilogram
Seorang peserta didik mengukur  panjang meja dengan jengkal  Panjang jengkal, panjang meteran (cm), dan massa satu kg (kilogram)  yang  di gunakan  adalah  sebagai  satuan. Besaran adalah sesuatu  yang  dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka. Misalnya panjang, waktu, massa, volume, dan berat. Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran. Misalnya panjang tangan, cm, meter, kg, dan liter. Seorang peserta didik mengukur panjang papan tulis dengan meteran Contoh hasil pengukuran yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.         Panjang meja 5 kali panjang jengkal
2.         Panjang papan tulis 320 cm
3.         Massa beras 2 kg
Satuan cm (centimeter) dan kg (kilogram)  disebut  satuan  baku,       karena cm (centimeter) yang digunakan untuk  pengukuran hasilnya  sama                        atau tetap di seluruh dunia. Sedangkan  panjang tangan  berbeda-beda, satuan  yang  digunakan  untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku.
A.      Pengukuran Panjang
Alat ukur yang seharusnya kita pakai adalah alat ukur dengan satuan baku. Artinya, jika alat ukur ini dipakai di mana saja, maka selalu menghasilkan ukuran yang sama. Untuk mengukur panjang kita gunakan alat meteran, mengukur berat dengan timbangan, dan mengukur lama kegiatan dengan jam. Tetapi saat kita tidak mempunyai alat-alat tersebut kita harus mencoba untuk menaksirnya. Artinya memperkirakan berapa panjang dan berat benda atau lama kegiatan itu.
Pustekkom Depdiknas, (2011: 02), mengemukakan bahwa:
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku digunakan penggaris, untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos, dan untuk mengukur diameter gelas digunakan jangka sorong.
Berdasarkan tingkat ketelitiannya terdapat beberapa macam alat ukur panjang, diantaranya adalah:
Pengukuran Panjang dengan Mistar
Penggaris atau mistar mempunyai batas ukur bermacam-macam ada yang 20 cm, 30 cm, 50 cm sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter atau lebih. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.

0 komentar:

Poskan Komentar